Tidak bisa dipungkiri bunda, kehadiran adik bayi pasti akan memengaruhi perkembangan psikologi anak yang mendadak akan menjadi kakak. Jika sebelumnya ia adalah bintang dan menjadi pusat perhatian di tengah keluarga, sebentar lagi keadaan itu akan berubah. Bukan tidak mungkin ia akan merasa cemburu karena ayah dan bunda lebih memerhatikan si adik bayi.

Agar peralihan status dari anak satu-satunya menjadi kakak berjalan mulus, bunda perlu mempersiapkan si kecil sebelum adik bayinya lahir. Berikut ini adalah langkah agar sang kakak siap menyambut calon adiknya:

● Memberitahu si kecil dengan hati-hati
Cari waktu yang tepat untuk memberitahu si kecil bahwa di perut bunda terdapat adik bayi, dan bahwa sebentar lagi ia akan menjadi kakak. Tidak ada perkiraan waktu yang tepat untuk melakukan hal ini. Semuanya tergantung pada intuisi bunda. Langkah ini bisa dilakukan di awal kehamilan atau memasuki trimester ketiga saat perut bunda sudah membesar.

● Menjelaskan peran sebagai kakak
Terangkan secara sederhana apa yang dimaksud dengan seorang kakak dan segala kelebihannya, seperti seorang kakak dapat membantu bunda merawat adik bayi serta mengajak adiknya bermain. Bunda juga dapat melakukan hal ini dengan membacakan cerita yang melibatkan sosok kakak dan adik.

● Dekatkan si kecil dengan calon adiknya
Biarkan si kecil memegang perut bunda untuk “mengenal” calon adiknya. Selain itu, bunda juga bisa memperlihatkan foto-foto si kecil saat masih bayi sehingga ia memiliki bayangan akan sosok calon adiknya. Terangkan juga bahwa bayi akan sering menangis dan menyusu, harus digendong karena belum bisa berjalan, dan lain-lain.

● Libatkan si kecil dalam persiapan menyambut kehadiran si adik
Jangan lupa untuk melibatkan si kecil dalam menyambut kehadiran calon adiknya ya, bunda. Ajak ia saat bunda melakukan pemeriksaan kehamilan agar ia merasakan kedekatan dengan si calon adik, juga saat ayah dan bunda berbelanja keperluan bayi. Agar ia tidak merasa terabaikan, jangan lupa untuk tetap memerhatikan keinginannya, misalnya saat memilihkan mainan untuk bayi. Bunda juga bisa memintanya untuk memilih mainan yang ia sukai. Mintalah pendapatnya mengenai pilihan nama calon adiknya. Jika ia bertanya kapan si adik akan lahir, berikan perkiraan waktu yang sederhana, misalnya setelah ulang tahun ayah atau setelah libur panjang mengunjungi Kakek dan Nenek.

Meski si kecil akan menjadi kakak, bunda jangan menuntut agar ia dapat lebih bertanggung jawab dengan statusnya itu, ya. Bagaimana pun juga, ia masih kecil dan membutuhkan perhatian yang tak kalah besar dari ayah dan bunda. Fokuslah pada upaya mendekatkan si kakak dan si bayi setelah bunda melahirkan nanti. Percayalah bahwa kehadiran bayi di dalam keluarga dapat menimbulkan efek positif pada perkembangan psikologi anak pertama.

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *