Sangatlah penting untuk kita sebagai orangtua mengenalkan adab kepada anak sedari dini karena merupakan bagian dari pendidikan untuk menunjang pembentukan kepribadian anak. Adab itu sendiri memiliki makna sebagai kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak.
Agar bisa dipahami bahwa adab adalah akhlak yang juga merupakan bentuk pelaksanaan terhadap hukum syara’. Tentu saja adab ini wajib bunda ajarkan kepada anak-anak. Bahkan sebelum anak mulai mempelajari ilmu, maka bunda terlebih dahulu harus menanamkan adab kepada anak-anaknya.
Terkait hal ini kita bisa memetik pelajaran dari kisah ulama-ulama salaf yang begitu konsen dalam penanaman adab. Bahkan ulama terdahulu tidak akan melepas anak-anaknya keluar menuntut ilmu dan tidak akan mengajarkan ilmu, sebelum mereka yakin dengan pembentukan adab sang anak.
Sebagaimana Yusuf bin Al Husain juga berkata,
بالأدب تفهم العلم
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata
تعلم من أدبه قبل علمه
“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”
Urgensi Belajar “Adab”
Sangat penting bagi kita sebagai orangtua untuk menanamkan adab sedari dini bunda. Karena banyaknya kasus kerusakan adab yang nampak sekarang ini. Salah satunya adalah sikap anak yang tidak menghormati kedua orangtuanya, gurunya dan orang yang lebih tua darinya.padahal penyebabnya hal yang sepele, Hal itu tidak bisa dilepaskan dari hilangnya adab dari anak-anak kita.
Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu, penanaman adab menjadi sesuatu yang penting dilakukan, bahkan diajarkan kepada anak sebelum mereka memasuki usia baligh. Cara mengajarkan dengan tahapan-tahapan dan langkah-langkah lebih mudah di pahami oleh anak. ada enam langkah yang bisa dilakukan orangtua dalam menanamkan adab kepada anak-anaknya. Diantaranya adalah:
1. Menanamkan akidah. Ini pondasi penting di dalam membangun kekokohan pribadi anak. Akidah yang ditanamkan secara benar akan masuk dalam kepribadian anak. Akidah ini juga yang akan menjadi dasar bagi sang anak dalam menjalani kehidupannya. Anak yang memiliki akidah yang kokoh, maka dia akan menjadi pribadi yang kuat dan dia juga akan bermanfaat untuk orang-orang disekitarnya.
2. Mengenalkan kepribadian dan sosok Rasulullah saw. Ajarkanlah keteladanan Rasulullah supaya anak mengenal bagaimana sikap yang harus diteladani. Dengan begitu anak akan menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladannya dalam kehidupan.
3. Teladan dari orangtua. Tentu saja poin ini juga menjadi bagian penting dalam proses pengajaran adab dan akhlak bunda. Bagaimana mungkin anak akan memiliki adab yang baik jika orangtua tidak mencontohkannya, atau mungkin apa yang disampaikan orangtua berbeda dengan apa yang dilakukan. Maka jika hal ini terjadi justru akan menimbulkan kebingungan tersendiri bagi anak bunda.
4. Mengenalkan dan membiasakan mengucapkan kalimat-kalimat thoyibah. Seperti membiasakan
membaca basmalah sebelum memulai sesuatu, hamdalah setelah menyelesaikan sesuatu dan sebagainya. Dengan mengucapkan kalimat Thoyibah maka akan menjadi rem tersendiri bagi anak agar tidak mengucapkan kata-kata kotor atau mengumpat.
5. Jauhkan anak dari lingkungan buruk. Ini tentu saja penting, lingkungan sekitar akan sangat berdampak dalam pembiasaan perilaku baik anak. Jika di rumah kebiasaan baik sudah ditanamkan, tapi di lingkungan justru mengajarkan sebaliknya. Apalagi jika kebiasaan buruk itu termasuk yang menyenangkan dan melenakan, maka bukan tidak mungkin anak akan sangat mudah mengikutinya bunda. Di sini lah peran kita sebagai orangtua juga harus memilihkan teman bagi anak. Dengan siapa dia bergaul dan bersahabat maka itu akan menentukan kebiasaanya. Jauh-jauh hari Rasulullah sudah mengingatkan terkait hal ini dalam sabdanya yang mulia Rasulullah Saw bersabda;
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari)
6. Orangtua harus senantiasa selektif dalam milih tayangan media. Baik media elektronik maupun media sosial. Kontrol dan pendampingan harus senantiasa dilakukan oleh orangtua. Jangan pernah membiarkan anak main gadget ataupun nonton TV sendiri tanpa dikontrol dan tanpa pendampingan.
Proses ini memang tidak mudah bunda. Tapi jika dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa anak adalah amanah, maka orangtua akan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Bagaimanapun setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Oleh karena itu bentuklah kebiasaan dan karakter anak sehingga memiliki karakter yang indah dan kepribadian kuat yaitu kepribadian Islam.
0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *