Bunda percaya atau tidak, masalah sesederhana apapun kalau tidak ditanggapi dengan serius pasti akan menghasilkan dampak atau efek yang luar biasa. Bullying adalah salah satunya. Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang bersifat negatif secara berulang kali yang tujuannya adalah menyakiti, merendahkan, atau menjatuhkan harga diri orang lain.

Bentuk bullying juga sangat beragam, mulai dari bentuk Fisik seperti pukulan, Verbal seperti ejekan, memaki-maki; maupun Psikologis seperti pengabaian atau mengisolasi orang lain. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan perilaku bullying, salah satunya adalah karena memiliki pengalaman masa lalu yang sama. Korban bullying dapat berubah menjadi pelaku bullying apabila kondisinya memungkinkan.

Selain pengalaman masa lalu, orang tua juga memegang peranan penting dalam perilaku bullying. Hal ini karena pola asuh orang tua yang sangat otoriter dan sering menggunakan hukuman fisik akan membuat perilaku tersebut ditiru anak dan dipraktekkan di lingkungannya dan teman-temannya. Tidak hanya itu, orang tua juga harus mendampingi anak-anak saat menonton televisi, karena sebenarnya perilaku bullying sudah ditunjukkan melalui kartun-kartun yang sering ditonton di televisi.

Dampak bullying pun sangat beragam bunda mulai dari dampak yang sangat ringan seperti takut datang ke sekolah, prestasi sekolah menurun hingga sangat parah, suicide misalnya. Keberagaman itu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain social support yang diterima dari orang tua maupun lingkungan, bentuk bullying yang diterima anak, maupun karakteristik anak itu sendiri.

Karena itu bunda, kita sebagai orang tua harus mendidik anak agar berdaya dan mandiri sejak dini, agar anak punya rasa percaya diri yang baik sehingga anak tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan kita para orang tua adalah dengan memasukkan anak ke berbagai aktivitas, karena dengan mengikuti aktivitas tersebut akan menimbulkan perasaan mampu, dan percaya diri pada dirinya. Selain itu, orang tua juga harus aware pada segala sesuatu yang terjadi pada sang buah hati, sehingga apabila ada suatu permasalahan, orang tua bisa mendeteksinya sejak dini, dan menyelesaikannya..

 

Sumber: Nurlita Endah Karunia SPsi MPsi

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *