Bunda bermain akan merangsang imajinasi anak dan mendorong pemecahan masalah. Hal ini menyebabkan rasa ingin tahu anak menjadi besar yang mengarah ke kreatifitas, pengambilan resiko dan penemuan.
Saat anak bermain, orang tua juga dapat mengomentari apa yang anak temukan, mengajukan pertanyaan atau membantu anak mengeksplorasi permainan dengan cara yang baru.
Belajar melalui bermain
Ketika memilih permainan atau mainan untuk si kecil, sebaiknya pilihlah mainan yang berkaitan dengan kognitif, emosional, perkembangan fisik, sosial dan tentunya permainan yang menyenangkan bunda . Misalnya seperti mainan bola yang akan membantu mereka belajar untuk melempar dan menangkap melalui permainan fisik. Bermain blok akan meningkatkan keterampilah motorik halus. Memainkan alat musik akan melatih koordinasi tangan dan mata.
Jenis permainan dan pelajaran
Bermain permainan yang kreatif mendorong anak untuk berkesperimen dan mengekspresikan ide-ide sendiri. Membuat permainan seni sederhana dengan menggunakan kertas, gunting, cat, spidol, bermain adonan atau lilin, dll. Selain mainan dan benda-benda yang membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak, bermain juga harus mencakup item yang mengembangkan keterampilan motorik kasarnya.
Keterampilan motorik kasar yang diperlukan untuk mengontrol otot tubuh untuk berjalan, berlari dan kegiatan lainnya. Bermain perosotan, trampoline, tangga tali, dsb, merupakan contoh permainan untuk mengembangkan koordinasi, keseimbangan dan permainan fisik sambil menstimulasi anak dengan petualangan. Meskipun televisi, video game, dan komputer memungkinkan si kecil untuk belajar, akan tetapi bunda alat-alat hiburan tersebut bukan merupakan bagian dari bermain aktif. Berbagi cerita, penemuan, pemecahan masalah, interaksi sosial dan elemen lain dari bermain merupakan komponen pembelajaran. Oleh karena itu, bermain dan belajar merupakan dua hal yang berjalan beriringan.
Jangan lupa ya, Bunda, bermain juga merupakan kesempatan bagi si Kecil untuk belajar. Dampingi si Kecil setiap kali bermain agar Bunda dapat membantu mengembangkan kepintaran anak. Usahakan Bunda selalu sabar, perhatikan kemampuan dan minat anak, dan jangan menuntut anak melakukan sesuatu di luar kemampuannya. Ingat ya Bunda, beda anak beda pintar.
0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *